Langsung ke konten utama

Postingan

Pesona Sabuk Hijau Pesisir Utara Jawa

Dibawah permukaan air yang dangkal, seekor ikan menampakkan kepalanya. Tubuh dan ekornya perlahan muncul hingga batas permukaan air. Sepasang sirip didekat kepala membantunya merayap meninggalkan perairan menuju hamparan lumpur. Ia kemudian berhenti bergerak hingga terlihat jelas bintik-bintik biru ditubuhnya, tiba-tiba, sirip dibagian punggungnya menaik bagaikan layar sebuah kapal. Ikan dengan bentuk dan tingkah laku ini dikenal dengan nama ikan glodok. Ikan glodok termasuk salah satu ikan yang hidup di perairan berlumpur. Akan tetapi, bukan sembarang perairan berlumpur. Ikan glodok hidup di perairan berlumpur dengan kadar garam yang cukup tinggi. Salah satu tempat hidup ikan glodok adalah kawasan mangrove. Kawasan mangrove sejatinya tidak hanya menawarkan pesona ikan glodok, masih banyak pesona yang disajikan dalam kawasan yang sering disebut dengan sabuk hijau ini. Untuk menikmati pesona kawasan mangrove umumnya dilakukan kegiatan yang disebut dengan tracking mangrove. Trac...

#InovasiDaerahku "Sukunan Kampung Pendidikan Lingkungan"

Sampah sudah menjadi sesuatu yang tidak asing dalam kehidupan manusia. Seiring dengan perkembangan zaman, dari tahun ke tahun, jumlah sampah semakin meningkat. Akan tetapi, bertambahnya jumlah sampah tidak diimbangi dengan bertambahnya kesadaran dalam pengelolaan sampah. Masih sangat banyak masyarakat Indonesi, terutama di Pulau Jawa sebagai pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia, membuang sampah secara sengaja ditempat-tempat yang sesungguhnya bukan tempat pembuangan sampah. Hal ini tidak hanya berlaku pada daerah perkotaan di Pulau Jawa, bahkan pada daerah pesisir pun yang dikenal sebagai daerah yang masih asri lingkungannya, masyarakat mulai membuang sampah sembarangan yang akibatnya tidak hanya tanah yang tercemar, laut pun juga menjadi tempat untuk sampah berserakan. Masih sangat banyak masyarakat yang tidak menyadari bahaya dari membuang sampah sembarang. Akan tetapi, masih dapat dijumpai masyarakat yang sadar akan bahaya dari sampah dan bersemangat untuk melak...

Capung-batu merah-jambu (Rhinocypha fenestrata fenestrata)

C apung-batu merah-jambu jantan ( Rhinocypha fenestrata fenestrata ), foto oleh Rahmadiyono Widodo Capung-batu merah-jambu jantan ( Rhinocypha fenestrata fenestrata ) di daerah aliran sungai Gajah Wong Yogyakarta mudah untuk dijumpai pada musim kemarau. Seperti yang terlihat pada foto diatas, capung-batu merah-jambu jantan ( Rhinocypha fenestrata fenestrata ) mempunyai mata majemuk berwarna hitam dan sinthoraks berwarna hitam dengan warna biru pada sisi samping dan warna merah muda pada sisi atas. Rahadi (2013) dalam buku  Naga Terbang Wendit  menyebutkan warna sayap capung-batu merah-jambu jantan ( Rhinocypha fenestrata fenestrata ) adalah hitam dengan pangkal sayap berwarna coklat. Capung-batu merah-jambu ( Rhinocypha fenestrata fenestrata ) mempunyai kebiasaan hinggap diranting dekat perairan dan sensitif terhadap kehadiran manusia (Rahadi, 2013). Akan tetapi, saat pengamatan di daerah aliran sungai Gajah Wong Yogyakarta, capung-batu merah-ja...

BTW#2 "Takur tulung-tumpuk / Black-banded Barbet / Psilopogon javensis"

Bismillahirrahmaanirrahiim Foto oleh Swiss Winnasis di TNGM  Takur tulung-tumpuk mempunyai ukuran agak besar (26 cm), berwarna-warni. Bulu dewasa biasanya hijau polos. Mahkota kuning dan bintik kuning di bawah mata, tenggorokan merah. Ada bercak merah pada sisi dada dan kerah lebar hitam melewati dada atas dan sisi kepala sampai mata. Setrip hitam yang kedua melewati mata.  Iris coklat, paruh hitam, kaki hijau-zaitun suram (MacKinnon, 2010). Takur tulung-tumpuk merupakan burung genus Megalaima dari famili Capitonidae (Horsfield, 1821), tetapi didalam website IUCN RedList 2015 del Hoyo dan Collar (2014) memasukkan takur tulung-tumpuk kedalam genus Psilopogon sehingga nama ilmiahnya menjadi Psilopogon javensis. Perjumpaan pertama saya dengan takur tulung-tumpuk terjadi pada tanggal 22 Maret 2014 di Plawangan, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Hingga saat ini, saya tidak pernah berjumpa lagi melainkan hanya mendengar suaranya. Suara takur tulung-tumpuk sangat khas...

"Birdlist of Jogja Bird Walk 2015 #2"

Bismillahirrahmaanirrahiim Sabtu 21 November 2015 bersama teman-teman PPBJ (Paguyuban Pengamat Burung Jogja), saya berkesempatan mengikuti JBW ( Jogja Bird Walk ). JBW ke-2 di tahun 2015 tersebut dilaksanakan di Taman Nasional Gunung Merapi resort Selo, Boyolali. Kegiatan JBW kemarin diikuti oleh teman-teman komunitas pengamat burung Yogyakarta, yaitu KPB Bionic UNY, KP3 Burung UGM, Silvagama UGM, dan Biolaska UIN Sunan Kalijaga. Hari ini, melihat situasi yang ada, saya belum bisa menuliskan cerita tentang Jogja Bird Walk ke-2 kemarin. Untuk sementara saya bagikan hasil list burung yang saya jumpai kemarin. Berikut listnya : 1. Burung-gereja erasia Burung-gereja erasia 2. Bentet kelabu Bentet kelabu 3. Cucak kutilang (tidak diperoleh dokumentasi lapangan) foto : di kampus FMIPA UNY 4. Anis gunung Anis gunung 5. Kacamata gunung (tidak ada dokumentasi) 6. Ceret gunung (tidak diperoleh dokumentasi lapangan) foto : di Gunung Merbabu, Mei 201...

Anak Ragil's Journey #1 : "Bermula Diatas Jarum"

Bismillahirrahmaanirrahiim. Tak terasa sudah dua tahun saya mengenal keluarga ini. Keluarga sederhana yang selalu bisa berbagi kebahagiaan didalamnya. Keluarga yang jauh dari kata sempurna, tapi saya bersyukur menjadi bagian dari mereka. Inilah satu dari sekian keluarga yang saya miliki di Jogja, kota perantauan saya, keluarga yang kadang aneh dan gag jelas orangnya, keluarga unik, keluarga Bionic. Disini saya ingin berbagi cerita tentang awal saya mengikuti kegiatan Bionic dan insyaAllah akan saya tuliskan hingga sebuah cerita tentang bagaimana ada yang menjuluki saya sebagai Anak Ragil (Anak Terakhir) karena saya memang anggota terakhir yang dilantik pada angkatan saya. dan ini bukanlah cerita yang hebat, ini bukanlah cerita yang luar biasa, ini hanya sebuah catatan perjalanan saya, membuka mata untuk lebih mencintai alam, membuka hati untuk lebih yakin atas Kebesaran Allah 'azza wa jalla di bumi ciptaanNya... inilah cerita pertama saya, “1 Pesan Baru Diter...