Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label My Journey

Sarjana Burung Baluran, S.Pd.

Sarjana Burung? Burung Baluran? S.Pd? Eh, tulisan ini mau ke mana sih sebenarnya? Haha. Sarjana Burung Bionic alumni Mbolang Baluran Ok teman-teman, jadi sebagai pengantar bisa lihat foto di atas ya dan tulisan ini bukan tentang burung di Taman Nasional Baluran Jawa Timur ya, tapi hanya sebuah cerita dan sedikit ulasan dari produk tugas akhir saya dan dua sohib yang dulu pernah mbolang ke Baluran selepas dari konferensi di Bali. Sebenarnya ke Baluran berempat sih, tapi karena si Arif bukan anak “Berpendidikan” (soalnya dia Biologi murni, haha) jadi nggak saya ulas deh tugas akhirnya di sini (sebenarnya juga karena saya nggak paham dunia peranggrekan yang dia jadikan tugas akhir). KPPBI 3, Ketika belum 70 kg. Tahun 2017 awal, saya, Andri “Hoho” Nugroho, dan Ratih “Rade” Dewanti, dan Ahmad Arif alhamdulillah diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian kami di Universitas Udayana Bali. Andri presentasi tentang edukasi anak-anak SMA terkait burung-b...

Anak Ragil's Journey #1 : "Bermula Diatas Jarum"

Bismillahirrahmaanirrahiim. Tak terasa sudah dua tahun saya mengenal keluarga ini. Keluarga sederhana yang selalu bisa berbagi kebahagiaan didalamnya. Keluarga yang jauh dari kata sempurna, tapi saya bersyukur menjadi bagian dari mereka. Inilah satu dari sekian keluarga yang saya miliki di Jogja, kota perantauan saya, keluarga yang kadang aneh dan gag jelas orangnya, keluarga unik, keluarga Bionic. Disini saya ingin berbagi cerita tentang awal saya mengikuti kegiatan Bionic dan insyaAllah akan saya tuliskan hingga sebuah cerita tentang bagaimana ada yang menjuluki saya sebagai Anak Ragil (Anak Terakhir) karena saya memang anggota terakhir yang dilantik pada angkatan saya. dan ini bukanlah cerita yang hebat, ini bukanlah cerita yang luar biasa, ini hanya sebuah catatan perjalanan saya, membuka mata untuk lebih mencintai alam, membuka hati untuk lebih yakin atas Kebesaran Allah 'azza wa jalla di bumi ciptaanNya... inilah cerita pertama saya, “1 Pesan Baru Diter...

Kinahrejo#2 : Dinginnya Kinah Bersama Pejuang Sekeripsi

Masih teringat jelas malam itu, malam hari di Kinahrejo bagai permainan. Permainan mencari para pejuang sekeripsi. “Ya, di pendopo dekat Mbah Marijan.” Kurang lebih itu pesan dari seorang pejuang sekeripsi I, sebut saja Nurrohman Eko Purnomo. Dan sesampaiku di petilasan Mbah Marijan, hanya bangunan-bangunan seakan kota mati dalam kegelapan. Dalam benak, kubergumam “Mas EP jangan ngerjainnnnnnn” dan sesaat sebuah pesan darinya masuk dibatangan logam bermerk Nokia itu, “Yono dimana ? Hati-hati dijalan, tadi sepanjang jalan sudah sepi ngak ada orang.” Dalam heningnya petilasan Mbah Marijan aku kembali bergumam, “Lha menurutmu dimana Mas ? Jan, aku sudah diatas. Gelap. Apa jangan-jangan mas EP masih dibawah ?” Lantas kuputuskan untuk segera meninggalkan petilasan itu karena dengan sejujurnya aku ngak mau berteman dengannya (petilasan) dalam kesepian..... Dan sebelum masuk jalan beraspal, entah, seakan mendapat bisikan, aku malah memutuskan untuk naik menuju puncak Kinah, dan s...