Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita

Yang Di-semoga-kan

Siapa yang tak ingin pergi ke Tanah Suci? Rasanya jika diberikan kesempatan untuk ke sana, setiap muslim akan mengambilnya. Mekah dan Madinah menjadi magnet tersendiri bagi umat yang populasinya menyentuh dua milyar ini. Banyak kaum muslimin yang semenjak kecil sudah menjadikan dua kota ini menjadi cita-cita mereka -minimal saat ditanya oleh guru TPA-. Bagi saya, keinginan untuk melawat ke sana menguat di tahun 2020 ketika seorang teman membuat unggahan ini.  (status seorang kawan di tahun 2020) Meskipun singkat, kalimatnya menjadi pengingat diri untuk menjadikan Tanah Haram menjadi tempat yang layak untuk diperjuangkan. Semenjak membaca unggahannya, rasanya kata “semoga” menjadi lebih sering saya ucapkan kala berdoa.  Selang tiga tahun, kami membuka obrolan untuk pergi ke sana bersama orang tua kami. Namun, realitanya orang tua kami diberikan kesempatan untuk melakukan umrah lebih dahulu daripada anak-anaknya. Meskipun tidak bersama, hal ini tentu wajib disyukuri. Dua tahun...

Diawe-awe Curug Silawe: Awe-some!

Cuaca yang tidak terlalu cerah mengawali hari saya dan guru lainnya dalam agenda rapat pagi. Rapat kala itu membahas persiapan penilaian akhir semester (PAS) di bulan Juni untuk siswa kami. Meskipun PAS belum dilaksanakan, pikiran saya sudah melesat jauh mencari tempat wisata yang mungkin bisa disambangi ketika liburan sekolah. Bukan tanpa sebab pikiran saya sudah melayang-layang membayangkan liburan. Menjalani rutinitas semester genap di sekolah tetapi siswa berada di rumah karena pandemi itu seringkali melahirkan kebosanan. Pada jam isitirahat siang, saya membuka aplikasi WhatsApp dan melihat beberapa status yang dibuat kawan. Perhatian saya tertuju pada status mantan mentor belajar saya ketika masa SMA. Beliau terlihat berfoto bersama keluarganya dengan latar foto air terjun. Saya seolah-olah diawe-awe (diberi lambaian tangan) oleh air terjun yang terlihat tinggi dan menawan itu untuk mengunjunginya. Dengan sigap, jari tangan saya gerakkan untuk memberi komentar berupa pertanyaan...

Mencari Garuda Merapi

Kabut tebal berpadu dengan hawa yang dingin masih menyelimuti pagi, menemani dua pasang kaki melangkah menuju puncak perbukitan Gunung Merapi. Pelan tapi pasti, puncak bukit akhirnya tertapaki meski harus berhenti sesekali untuk mengumpulkan energi. Pagi itu di awal September 2017, saya bersama seorang teman dari Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) melakukan monitoring burung elang jawa ( Nisaetus bartelsi ). Monitoring elang jawa rutin dilakukan oleh PEH TNGM bersama Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) setiap tahunnya. Biasanya dilakukan di bulan Agustus atau September sebelum memasuki musim migrasi burung pemangsa. dok. pribadi Monitoring elang jawa penting dilakukan karena jenis yang juga disebut Javan Hawk-Eagle ini merupakan satu dari 25 satwa prioritas konservasi di Indonesia. Elang jawa juga termasuk salah satu jenis yang masuk dalam daftar burung paling langka di dunia dengan status genting atau endagered  (Hirschfeld, Andy, and Robert, 2...

Seni Botani

Ahad lalu mengunjungi tempat baru. Bale Sangkring Space Art namanya. Sesuai namanya, tempat ini sering untuk ajang pameran seni. Pekan lalu, pameran dengan judul “Ragam Flora Indonesia” digelar di dalamnya. Sejak judul pameran dipublikasikan pada beberapa bulan yang lalu, saya memang sudah berniat untuk mengunjunginya, maklum saja, ada embel-embel biologinya soalnya. Sebanyak 66 spesies tumbuhan asli Indonesia dipamerkan dalam konsep yang sederhana, tapi mengena. Mengena untuk menunjukkan sisi sains flora asli Indonesia yang dipadukan dalam seni dua dimensi dengan apiknya. salah satu sisi pameran. dok pribadi Seni dan sains pertama kali saya kenal ketika semester satu perkuliahan. Kala itu saat praktikum biologi avertebrata. Gambar spesimen yang saya buat beberapa kali dikomentari, yang intinya kurang jelas. Ya saya kan bukan anak seni , kurang lebih seperti itu batin saya bergumam. Tapi saya pribadi sebenarnya mengakui kalau untuk keperluan mendesak, gambar untuk pendid...

Yang Sering Dilupakan

Udara terasa sejuk. Mentari pun belum terlihat meninggi kala saya pulang dari bandara setelah mengantar Yuda. Melaju dengan tidak terlalu cepat, Pogung langsung menjadi tujuan saya. Sabtu lalu, ada jadwal bersama kawan yang lain untuk menghadiri suatu acara. Sesampainya saya pada acara di Pogung Rejo, bertemulah saya dengan sosok yang baru kali pertama saya berjumpa dengan beliau. Teman-teman memanggil sosok berkacamata ini, Ustadz Ibnu Sutopo. Pada acara yang berlangsung hampir 1,5 jam ini, Ustadz Ibnu Sutopo ( hafidzahullah ) memberikan beberapa wejangan untuk kami. Salah satunya tentang teman-teman di kelas. Beliau menyampaikan, yang intinya: “ Teman di kelas itu kalau sakit jasadnya, kita langsung peduli (dengan menanyakan kabar, atau menjenguk). Tapi, kalau ada teman yang sakit hatinya, kenapa kita seringkali tidak peduli? Padahal baik sakit pada jasad maupun hati, sama-sama dapat berujung kematian. ” Saat di dalam kelas kita ada murid yang sakit hatiny...

Tentang Wanita Bernama Bunda

( Photo by  Rahmadiyono Widodo  on  Unsplash ) Kamis, tanggal 05 di bulan ini, bertemu dengan bayi yang lucu dan manis, panggil saja Ali. Dalam gendongan seorang wanita yang terlihat sudah memasuki usia senja, Ali tampak tenang. Tapi, dibalik tenangnya Ali, ternyata ia sudah tidak lagi mempunyai seorang ibu yang telah melahirkannya. Tujuh bulan yang lalu Ali lahir, dan pada hari yang sama, ibunya berpulang. Seperti yang sering kita dengar, seorang ibu akan memberikan apapun untuk anaknya, termasuk nyawa. Dan kisah Ali, menjadi pengingat bagi saya.  Kisah Ali ini juga  mengingatkan saya kepada seorang laboran di kampus saya dahulu. Nyawa menjadi hal yang beliau gadaikan saat melahirkan anak kembarnya. Berbicara tentang seorang ibu, saya punya kisah lainnya pula. Tentang seorang wanita yang telah renta. Mungkin usianya 80 tahunan. Nenek ini tengah sakit, kata seorang warga, beberapa hari sudah opname. Setelah diperbolehkan pulang, saya mampir ke rumah be...

Menyapa Pagi Masyarakat Pakem

Jalan Kaliurang terasa masih sepi, lebih sepi dari biasanya. Bukan tanpa sebab rasa ini ada, karena memang kemarin berangkat ke sekolah lebih pagi. Yang biasanya sekitar pukul 06:10, khusus Rabu kemarin sekitar pukul 05:40. Kenapa lebih pagi? Mau main ke pasar jawabnya, hehe. Sampai di sekolah, presensi, kemudian langsung lanjut ke pasar. Oya, lupa, ganti sendal dulu. Agak nggak nyaman kalau harus masuk pasar dengan mode seragam sekolah, celana kain hitam, lengkap dengan sepatu pantofel hitam, haha. Turun dari lantai 3, cek dompet, ternyata isi dompet hanya dua lembar uang berpeci hitam plus satu lembar goceng. Pengalaman kalau transaksi di pasar pakai uang besar biasanya pedagang ogah-ogahan. Minta nukerin uang dulu. Kata Indom*ret dan saudara-saudaranya yang langsung terlintas sebagai tempat penukaran uang. Tapi kayanya susah juga kalau cuma nukarin uang, kemungkinan bakal ditolak mbak-mbak kasir. Berpikir sejenak, ok, sekalian saja beli kebutuhan mandi yang sedang dibutuhkan. ...

Rizky dan Kartu Alfabetnya

dok pribadi Perpustakaan tiba-tiba menjadi tambah ramai. Seorang guru rupanya datang bersama empat siswa sekolah dasarnya. Semuanya kelas I. Saya pun bertanya pada beliau, apakah ini jam kunjungan perpustakaan? Bukan ternyata. Kali ini beliau memberi jam pelajaran khusus untuk siswa yang belum bisa membaca tepatnya. Mereka bersiap-siap memulai kegiatan, membuka buku bergaris, dan menyiapkan beberapa alat tulis. Dan saya, melanjutkan membaca.  Konsentrasi saya mulai terpecah diikuti sedikit senyuman karena melihat tingkahnya Rizky, salah satu siswa kelas I ini. Bukan tanpa sebab, karena Rizky ini tengah bersemangat mengeja huruf yang ada pada kartu alfabetnya, tapi yang ia eja bukanlah ejaan yang benar. Dari seluruh alfabet, sebenarnya Rizky sudah hafal banyak huruf. Hanya huruf W, V, D, J, G, E, F, dan Q. Yang paling berat adalah huruf E, jika ditunjukkan kartu "E", Rizky sering menyebutnya H. Huruf W sering tertukar dengan M, mungkin karena hanya "kebalikanny...