Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label biologi

Senja bersama D14

Lab Kimia, difoto dari lab Biologi Suasana menjadi semakin sepi. Pendingin ruangan juga mulai dimatikan, saat saya tengok jam pada laptop, 15.42 WIB, pertanda 18 menit lagi perpustakaan akan ditutup oleh Mbak Putri. Mulai saya berkemas, mematikan laptop dan memasukkan kedalam tas. Seperti biasa, saya menjadi yang keluar dua terakhir dari ruangan dalam beberapa hari terakhir ini. Ok, selanjutnya apa? Langsung pulang? Tentu tidak. Sore hari yang cerah di laboratorium biologi adalah salah satu suasana yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, tentu ini berlaku untuk saya. Suasana lab yang sepi karena hampir semua mahasiswa sudah pulang, cerahnya sinar matahari sore, dan ditambah lambaian dedauan membuat harmoni yang memunculkan rasa nyaman. Semakin menambah nyaman kala para kukila memainkan pita suara mereka. Saya melihat batang pohon beringin ( Ficus benjamina ) yang lebih rendah dari saya, seekor burung yang jarang saya jumpai bertengger di pepohonan muncul tanpa rasa malu meskipun...

Capung-batu merah-jambu (Rhinocypha fenestrata fenestrata)

C apung-batu merah-jambu jantan ( Rhinocypha fenestrata fenestrata ), foto oleh Rahmadiyono Widodo Capung-batu merah-jambu jantan ( Rhinocypha fenestrata fenestrata ) di daerah aliran sungai Gajah Wong Yogyakarta mudah untuk dijumpai pada musim kemarau. Seperti yang terlihat pada foto diatas, capung-batu merah-jambu jantan ( Rhinocypha fenestrata fenestrata ) mempunyai mata majemuk berwarna hitam dan sinthoraks berwarna hitam dengan warna biru pada sisi samping dan warna merah muda pada sisi atas. Rahadi (2013) dalam buku  Naga Terbang Wendit  menyebutkan warna sayap capung-batu merah-jambu jantan ( Rhinocypha fenestrata fenestrata ) adalah hitam dengan pangkal sayap berwarna coklat. Capung-batu merah-jambu ( Rhinocypha fenestrata fenestrata ) mempunyai kebiasaan hinggap diranting dekat perairan dan sensitif terhadap kehadiran manusia (Rahadi, 2013). Akan tetapi, saat pengamatan di daerah aliran sungai Gajah Wong Yogyakarta, capung-batu merah-ja...

"Antara Pendidikan dan Biodiversitas" (Sebuah Essay)

Bismillahirrahmaanirrahiiim “BOB” ( Block O Biodiversity ) sebagai Alternatif Sumber Belajar Materi Keanekaragaman Hayati untuk Siswa Sekolah Menengah Atas  Kota Yogyakarta Oleh : Rahmadiyono Widodo (Pendidikan Biologi kelas Internasional 2013, Jurdik Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selalu berusaha untuk memerbaiki kualitas pendidikan Indonesia. Salah satu komponen pendidikan yang mendapat perhatian besar oleh Kemendikbud adalah kurikulum. Kurikulum dapat dikatakan sebagai pedoman atau landasan setiap pendidik dalam menyampaikan pengetahuan (dan juga value ) kepada peserta didik. Kurikulum di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu kurikulum nasional dan kurikulum lokal (Suyanto, 2015). Dua kurikulum tersebut berlaku mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sesuai standar masing-masing. Pada tingkat SMA saat ini, diberlak...