Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pendidikan

Merdeka Belajar dan Berkarya Meski di Rumah Saja

Pasar Beringharjo cukup terik siang itu. Para pedagang bersahutan menawarkan dagangannya pada wisatawan yang ramai mengunjungi salah satu destinasi wisata populer Kota Yogyakarta tersebut. Di antara wisatawan, ada sekelompok siswa sekolah menengah pertama (SMP) kelas 7 yang agak malu-malu untuk membuka dialog dengan pedagang. “ Assalamualaikum, Bu, saya Nasywa dan ini teman-teman saya. Emmm, jadi gini, Bu, kami sedang melakukan outing class. Tugas kami mewawancarai pedagang di sini. Apakah boleh kami mewawancarai Ibu? ” ucap juru bicara mereka. Setelahnya, jawaban pedagang itu membuat mereka senang dan berlanjutlah dengan wawancara. Senang pula saya sebagai guru pendamping mereka. Senang melihat siswa bisa belajar langsung dengan masyarakat. Rasa senang saat  outing class  itu ternyata menjadi kesenangan terakhir kami dalam kegiatan luar ruangan. Tak berselang lama, Indonesia mengumumkan kasus Covid-19 pertamanya. Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pun me...

Rizky dan Kartu Alfabetnya

dok pribadi Perpustakaan tiba-tiba menjadi tambah ramai. Seorang guru rupanya datang bersama empat siswa sekolah dasarnya. Semuanya kelas I. Saya pun bertanya pada beliau, apakah ini jam kunjungan perpustakaan? Bukan ternyata. Kali ini beliau memberi jam pelajaran khusus untuk siswa yang belum bisa membaca tepatnya. Mereka bersiap-siap memulai kegiatan, membuka buku bergaris, dan menyiapkan beberapa alat tulis. Dan saya, melanjutkan membaca.  Konsentrasi saya mulai terpecah diikuti sedikit senyuman karena melihat tingkahnya Rizky, salah satu siswa kelas I ini. Bukan tanpa sebab, karena Rizky ini tengah bersemangat mengeja huruf yang ada pada kartu alfabetnya, tapi yang ia eja bukanlah ejaan yang benar. Dari seluruh alfabet, sebenarnya Rizky sudah hafal banyak huruf. Hanya huruf W, V, D, J, G, E, F, dan Q. Yang paling berat adalah huruf E, jika ditunjukkan kartu "E", Rizky sering menyebutnya H. Huruf W sering tertukar dengan M, mungkin karena hanya "kebalikanny...

Dia yang Teguh, Dia yang Tumbuh

Pappermint from Abu Nabat Afrizal Haris, dok pribadi. Pekan lalu sembari menikmati sore di sekolahan, mencoba berselancar di dunia maya mencari sesuatu yang barangkali dapat menambah semangat saya. Pencarian membawa saya pada channel YouTube Al Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri hafidzahullah.  Saya pribadi sebenarnya sangat jarang mengikuti kajian beliau secara daring, hanya beberapa kali melihat postingannya Irfan (teman di kampus) yang isinya ceramah singkat beliau.   Melihat beberapa judul video pendek yang menarik, saya unduh beberapa di antaranya, lalu pulang. Haworthria -sejenis kaktus- menjadi teman saya mendengarkan untaian petuah beliau, hingga pada ucapan yang beliau nukil dari Syaikh Ushaimi hafidzahullah : Man tsabata nabata, jika  diterjemahkan kurang lebih artinya “Barangsiapa yang kokoh, dia akan tumbuh”. Ustadz Nuzul Dzikri menyampaikan kalimat tersebut sebagai pesan agar kita konsisten dalam mengikuti kajian. Jika sudah mengikuti satu kaji...

Sarjana Burung Baluran, S.Pd.

Sarjana Burung? Burung Baluran? S.Pd? Eh, tulisan ini mau ke mana sih sebenarnya? Haha. Sarjana Burung Bionic alumni Mbolang Baluran Ok teman-teman, jadi sebagai pengantar bisa lihat foto di atas ya dan tulisan ini bukan tentang burung di Taman Nasional Baluran Jawa Timur ya, tapi hanya sebuah cerita dan sedikit ulasan dari produk tugas akhir saya dan dua sohib yang dulu pernah mbolang ke Baluran selepas dari konferensi di Bali. Sebenarnya ke Baluran berempat sih, tapi karena si Arif bukan anak “Berpendidikan” (soalnya dia Biologi murni, haha) jadi nggak saya ulas deh tugas akhirnya di sini (sebenarnya juga karena saya nggak paham dunia peranggrekan yang dia jadikan tugas akhir). KPPBI 3, Ketika belum 70 kg. Tahun 2017 awal, saya, Andri “Hoho” Nugroho, dan Ratih “Rade” Dewanti, dan Ahmad Arif alhamdulillah diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian kami di Universitas Udayana Bali. Andri presentasi tentang edukasi anak-anak SMA terkait burung-b...

Menanam Kepedulian Bersama Taman Edukasi

Mahasiswa seringkali disebut sebagai agent of change atau agen perubahan, merubah suatu kondisi kearah yang lebih baik. Sebutan ini seringkali dilekatkan pada kegiatan mahasiswa yang berbau dengan politik, padahal kenyataanya menjadi agen perubahan tidak selalu tentang politik. Tahun 2014, saya bersama teman-teman saya mencoba untuk menjadi lebih aktif menyandang predikat “agen perubahan”, tetapi kami memilih jalan lain, bukan didunia politik melainkan dijalan pendidikan dan lingkungan. Kami mencoba mengajukan proposal Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat atau yang sering disebut dengan PKMM ke Kemenristek Dikti. Alhamdulillah PKM kami didanai untuk tahun pelaksanaan 2015. Judul lengkap PKM kami adalah “Taman Edukasi sebagai Langkah Awal Pendidikan Cinta Lingkungan dengan Pendekatan First Hand Experience bagi Siswa Kelas IV-V di Sekolah Dasar Negeri Nanggulan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta”. Anak-anak membuat pot bunga dari botol bekas. Foto oleh: Rahmadiy...

Menanam Benih Konservasi Medini

Sabtu, 10 Desember 2016, perjalanan baru dimulai. Berboncengan dengan Mas Afrizal Maula Alfarisi (KP3 Burung UGM), diri ini menyusuri jalan dari Jogja untuk sampai ditempat tujuan, Medini kabupaten Kendal. Awalnya kami melewati jalan raya hingga Jl. Secang-Magelang, kemudian kami memilih melewati jalan pedesaan setelahnya. Jujur saja, ini salah satu perjalanan yang tidak membosankan bagi saya meskipun berkendara lebih dari 3 jam. Bagaimana tidak membosankan ketika selepas melewati Magelang, diri ini dimanjakan oleh lanskap yang memesona. Bukit, ladang, sawah, aliran sungai, ditemani dengan cerahnya langit biru. Adakalanya ketika melewati perbukitan, awan dan kabut menyelimuti, menutup birunya langit. Salah satu lanskap yang bisa dinikmati menuju Medini. Waktu menunjukkan hampir sore. Papan bertuliskan “Medini” mulai terlihat, pertanda kami segera sampai lokasi. Jalan semakin menanjak. Biasanya motor saya mampu untuk melewati jalan menanjak, tapi ketika hendak sampai Medini, jala...