Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label karya

ASUS Vivobook 13 Slate OLED: Laptop Kekinian untuk Belajar, Bekerja, dan Menikmati Hiburan.

Zaman terus berganti dengan segala perubahan di dalamnya. Perubahan yang ada menuntut kita sebagai manusia untuk terus belajar agar tidak ketinggalan zaman. Konsep hidup untuk terus belajar ini disebut dengan Lifelong Learning . Lifelong learning atau belajar sepanjang hayat adalah suatu usaha yang dilakukan untuk belajar baik secara formal melalui instansi pendidikan maupun informal. Jadi, proses belajarnya tidak dibatasi di dalam sekolah atau universitas saja. Lifelong learning ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan diri sendiri sehingga memiliki daya saing dan dapat mengikuti setiap perubahan zaman. Jika kita memiliki konsep ini dalam kehidupan, akan banyak manfaat yang kita dapatkan. Beberapa manfaat yang diperoleh misalnya seperti pada gambar di bawah ini. sumber: Center of Interactive Learning and Collaboration. Pada saat dunia dihantam oleh pandemi Covid-19, konsep bel...

Merdeka Belajar dan Berkarya Meski di Rumah Saja

Pasar Beringharjo cukup terik siang itu. Para pedagang bersahutan menawarkan dagangannya pada wisatawan yang ramai mengunjungi salah satu destinasi wisata populer Kota Yogyakarta tersebut. Di antara wisatawan, ada sekelompok siswa sekolah menengah pertama (SMP) kelas 7 yang agak malu-malu untuk membuka dialog dengan pedagang. “ Assalamualaikum, Bu, saya Nasywa dan ini teman-teman saya. Emmm, jadi gini, Bu, kami sedang melakukan outing class. Tugas kami mewawancarai pedagang di sini. Apakah boleh kami mewawancarai Ibu? ” ucap juru bicara mereka. Setelahnya, jawaban pedagang itu membuat mereka senang dan berlanjutlah dengan wawancara. Senang pula saya sebagai guru pendamping mereka. Senang melihat siswa bisa belajar langsung dengan masyarakat. Rasa senang saat  outing class  itu ternyata menjadi kesenangan terakhir kami dalam kegiatan luar ruangan. Tak berselang lama, Indonesia mengumumkan kasus Covid-19 pertamanya. Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pun me...

Seni Botani

Ahad lalu mengunjungi tempat baru. Bale Sangkring Space Art namanya. Sesuai namanya, tempat ini sering untuk ajang pameran seni. Pekan lalu, pameran dengan judul “Ragam Flora Indonesia” digelar di dalamnya. Sejak judul pameran dipublikasikan pada beberapa bulan yang lalu, saya memang sudah berniat untuk mengunjunginya, maklum saja, ada embel-embel biologinya soalnya. Sebanyak 66 spesies tumbuhan asli Indonesia dipamerkan dalam konsep yang sederhana, tapi mengena. Mengena untuk menunjukkan sisi sains flora asli Indonesia yang dipadukan dalam seni dua dimensi dengan apiknya. salah satu sisi pameran. dok pribadi Seni dan sains pertama kali saya kenal ketika semester satu perkuliahan. Kala itu saat praktikum biologi avertebrata. Gambar spesimen yang saya buat beberapa kali dikomentari, yang intinya kurang jelas. Ya saya kan bukan anak seni , kurang lebih seperti itu batin saya bergumam. Tapi saya pribadi sebenarnya mengakui kalau untuk keperluan mendesak, gambar untuk pendid...

Sarjana Burung Baluran, S.Pd.

Sarjana Burung? Burung Baluran? S.Pd? Eh, tulisan ini mau ke mana sih sebenarnya? Haha. Sarjana Burung Bionic alumni Mbolang Baluran Ok teman-teman, jadi sebagai pengantar bisa lihat foto di atas ya dan tulisan ini bukan tentang burung di Taman Nasional Baluran Jawa Timur ya, tapi hanya sebuah cerita dan sedikit ulasan dari produk tugas akhir saya dan dua sohib yang dulu pernah mbolang ke Baluran selepas dari konferensi di Bali. Sebenarnya ke Baluran berempat sih, tapi karena si Arif bukan anak “Berpendidikan” (soalnya dia Biologi murni, haha) jadi nggak saya ulas deh tugas akhirnya di sini (sebenarnya juga karena saya nggak paham dunia peranggrekan yang dia jadikan tugas akhir). KPPBI 3, Ketika belum 70 kg. Tahun 2017 awal, saya, Andri “Hoho” Nugroho, dan Ratih “Rade” Dewanti, dan Ahmad Arif alhamdulillah diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian kami di Universitas Udayana Bali. Andri presentasi tentang edukasi anak-anak SMA terkait burung-b...

Menanam Kepedulian Bersama Taman Edukasi

Mahasiswa seringkali disebut sebagai agent of change atau agen perubahan, merubah suatu kondisi kearah yang lebih baik. Sebutan ini seringkali dilekatkan pada kegiatan mahasiswa yang berbau dengan politik, padahal kenyataanya menjadi agen perubahan tidak selalu tentang politik. Tahun 2014, saya bersama teman-teman saya mencoba untuk menjadi lebih aktif menyandang predikat “agen perubahan”, tetapi kami memilih jalan lain, bukan didunia politik melainkan dijalan pendidikan dan lingkungan. Kami mencoba mengajukan proposal Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat atau yang sering disebut dengan PKMM ke Kemenristek Dikti. Alhamdulillah PKM kami didanai untuk tahun pelaksanaan 2015. Judul lengkap PKM kami adalah “Taman Edukasi sebagai Langkah Awal Pendidikan Cinta Lingkungan dengan Pendekatan First Hand Experience bagi Siswa Kelas IV-V di Sekolah Dasar Negeri Nanggulan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta”. Anak-anak membuat pot bunga dari botol bekas. Foto oleh: Rahmadiy...