Unknown Flower Memberi tidak harus menunggu mempunyai banyak materi. Yang sedikit pun juga dapat diberikan. Mungkin seperti itu kalimat yang dapat menggambarkan simbah pemilik kos-kosan ini (saya sembunyikan nama beliau). Simbah sering memberi makanan kepada saya dan teman-teman kos. Termasuk semalam. Ketika menjelang sholat isya, simbah memberi satu piring nasi dengan sayur oseng kacang tempe dan botok kepada saya dan Mas Milza. Ada cerita yang dapat saya ambil sebagai pelajaran. Saat simbah mengambilkan nasi untuk saya, beliau bertanya : “Mas Yono mau sayur botok?”, “boleh mbah” jawab saya. Beliau lalu mengambil satu bungkus dan kemudian menyisakan satu bungkus (mungkin untuk cucu beliau). Satu bungkus yang beliau ambil kemudian beliau bagi separo dengan saya sambil mengatakan “Separuh buat Mas, separuh buat saya ya Mas”. Saya mengiyakan, dan sebenarnya nggak pakai sayur botok pun ngga papa karena didapur masih ada sayur oseng kacang tempe yang mbah tawarkan diawal. Tapi ya sep...
lurus seratnya, lembut kulit kayunya, berdaun sepanjang tahun.