Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label resume

Ketika Masalah pun Terurai

Masjid Kampus UGM, 23 Februari 2020 (note: bukan tulisan saya) بسم الله الرحمن الرحيم Nikmat iman, nikmat Islam, nikmat taufik adalah nikmat-nikmat yang harus kita syukuri. Kemudian kita berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, ilmu yang hanya menjadi goresan-goresan pena. Namun, tidak diejawantahkan dalam kehidupan. Dalam kehidupan, memiliki suatu masalah adalah hal yang positif (normal). Para nabi juga memiliki masalah (cobaan), bahkan termasuk yang paling berat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: اشر الناس بلاء الأنبياء ثم الصالحين ثم انفل ثم انفل “Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang-orang sholih, kemudian selanjutnya, kemudian setelahnya”. Semakin sholih seseorang, maka dia akan semakin dicoba. Dunia ini penuh dengan masalah. Kecilnya masalah tidak menentukan kebahagiaan kita. Apa buktinya? Buktinya adalah manusia yang paling bahagia adalah para Rasul, tetapi pada saat yang sama para rasul adalah orang yang paking...

BTW#2 "Takur tulung-tumpuk / Black-banded Barbet / Psilopogon javensis"

Bismillahirrahmaanirrahiim Foto oleh Swiss Winnasis di TNGM  Takur tulung-tumpuk mempunyai ukuran agak besar (26 cm), berwarna-warni. Bulu dewasa biasanya hijau polos. Mahkota kuning dan bintik kuning di bawah mata, tenggorokan merah. Ada bercak merah pada sisi dada dan kerah lebar hitam melewati dada atas dan sisi kepala sampai mata. Setrip hitam yang kedua melewati mata.  Iris coklat, paruh hitam, kaki hijau-zaitun suram (MacKinnon, 2010). Takur tulung-tumpuk merupakan burung genus Megalaima dari famili Capitonidae (Horsfield, 1821), tetapi didalam website IUCN RedList 2015 del Hoyo dan Collar (2014) memasukkan takur tulung-tumpuk kedalam genus Psilopogon sehingga nama ilmiahnya menjadi Psilopogon javensis. Perjumpaan pertama saya dengan takur tulung-tumpuk terjadi pada tanggal 22 Maret 2014 di Plawangan, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Hingga saat ini, saya tidak pernah berjumpa lagi melainkan hanya mendengar suaranya. Suara takur tulung-tumpuk sangat khas...

BTW#1 "Burung-madu jawa / Javan Sunbird / Aethopyga mystacalis"

Bismillahirrahmaanirrahiim Foto oleh Imam Taufiqurrahman Burung-madu jawa merupakan burung yang berukuran kecil (12 cm termasuk ekornya yang panjang), berwarna merah terang (jantan). Jantan: mahkota, setrip malar, dan ekor yang panjang ungu gelap mengilap; kepala, dada dan punggung merah padam, tunggir kuning muda, sayap berwarna zaitun, perut kelabu muda. Perbedaannya dengan Burung-madu sepahraja: dahi merah, ekor lebih panjang, dan perut putih. Betina: sangat kecil, warna kelabu-zaitun buram. Ciri khasnya: sapuan merah pada sayap dan ekor. Iris coklat tua, paruh dan kaki coklat (MacKinnon, dkk. 2008). Burung dari famili Nectariniidae ini pertama kali saya jumpai pada tanggal 22 Maret 2014 pada kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Kaliurang pada kegiatan Mersi#1 KPB Bionic UNY. Pertemuan selanjutnya terjadi di Kabupaten Kulon Progo, tepatnya di kawasan desa Jatimulyo pada tanggal 20-21 Juni, 22 Juli 2014 dan 28 Februari 2015. Seluruh perjumpaan saya dengan Burung-m...

BTW #Launching

Bismillahirrahmaanirrahiim Pagi yang indah hari ini. Beberapa burung bersahutan kicauannya ditepian sungai menandakan masih nyamannya mereka hidup bebas dikawasan desa saya. Apalagi kemarin pagi, ada pemandangan menarik, yang tak pernah saya lihat di desa ini sejak saya lahir. Burung-madu Sriganti ( Nectarinia jugularis ) betina menghisap madu pada bunga pohon pisang yang tumbuh disamping rumah. MasyaAllah , melihat burung-madu terbang bebas didekat rumah menjadi kenikmatan tersendiri. Mungkin menurut sebagian orang, melihat burung terbang bebas itu hal biasa, tetapi menurut saya hal itu beda, tidak biasa. Burung terbang bebas menandakan ia memeroleh HAHnya (Hak Asasi Hewan :D ). Ia bebas, tidak terkurung dalam jeruji kayu. Dan saat ia bebas di alam, ia akan menjalankan perannya dalam ekosistem. Salahsatunya adalah membantu dalam proses penyerbukan seperti yang dilakukan Burung-madu Sriganti ( Nectarinia jugularis ) kemarin. Selain si Nectarinia jugularis , masih ada burung-burung...

Example of MLA paper style : The Ecology of Javan Cochoa (Cochoa azurea)

Rahmadiyono Widodo Kevin J. Major MSF002 12 May 2015 The Ecology of Javan Cochoa ( Cochoa azurea )             The Javan Cochoa Cochoa azurea is a poorly known thrush endemic to the mountains of West and Central Java (MacKinnon and Phillipps). Javan Cochoa has been classified by IUCN as Vulnerable (BirdLife International). The Javan Cochoa inhabits mountains on Java, Indonesia, between 1,000 and 2,500 m from Mt Salak to Mt Slamet, apparently only occurring on the higher peaks in its range. But, in 2011 Imam Taufiqurrahman found the species in Plawangan Hill of Gunung Merapi National Park 150 km further east from Mt. Slamet.             In this paper, I will describe about the ecology of Javan Cochoa ( Cochoa azurea ). I have organized my paper to three section. First section is about Javan Cochoa ( Cochoa azurea ) habitat, second section is about Javan Cochoa ( Coc...

Mengawali Malam Bersama Kalimatmu

Langit Menjelang Malam, foto oleh Rahmadiyono Widodo Bismillahirrahmaanirrahiim Merah saga langit sore perlahan hilang, Bintang pun mulai memperlihatkan sinarnya, Dan seruan untuk mendatangi rumahMU telah berkumandang, Senin Maghrib, 9 Jumadil Tsani 1436 H, masih saya jalani kegiatan dikampus meskipun hanya berupa diskusi tentang kelompok studi. Tidak ada niatan untuk berlama-lama dalam berdiskusi, karena Senin ba’da maghrib kemarin hati ini telah berikrar untuk mengunjungi tempat itu kembali. Sebuah tempat yang penting dalam perjalanan diri ini di Kota Pelajar. Masjid al Ikhlas, Karangbendo. Mungkin bagi rekan-rekan, masjid tersebut tak setenar masjid-masjid besar yang ada di Yogyakarta, tetapi ruangnya yang tidak begitu besar justru membuat hati rindu untuk bersua dengan saudara-saudara seiman disana. Tidak ada lampu-lampu hias diatas langit-langitnya, tidak ada mimbar besar disamping tempat sholat imam, dan tidak ada alat bernama “AC” didalamnya, yang ada ad...

"Lotic Ecosystem Dimension"

Bismillahirrahmaanirrahiim Foto Sungai Gajah Wong, Papringan, Sleman oleh Rahmadiyono Widodo Dimensi ekosistem perairan mengalir menurut Ward (1989) terbagi menjadi  empat dimensi, yaitu temporal, lateral, longitudinal, dan vertical Vertical à Ekositem lotic terdapat perbedaan berdasarkan kedalaman. Sungai yang dangkal aliran sungainya pada permukaan dan dasar bisa dikatakan sama, sedangkan perairan lotic yang dalam aliran sungai pada permukaan berbeda dengan aliran pada dasar perairan. Longitudinal à Ekosistem lotic dari ujung ke ujung memiliki gradasi perubahan ekosistem yang nyata. Perubahan pada sepanjang aliran terjadi secara continue. Lateral à Ekosistem sungai dari tengah ke tepi hingga DAS mempunyai perbedaan/variasi.  suksesi temporal: suksesi berjalan dari waktu ke waktu Suksesi spasial : suksesi berdasarkan ruang/tempat. Ada formasi tanaman dari daerah yang terendamair hingga DAS (Daerah Aliran Sungai). Temporal à dari waktu ke waktu ek...

My short note : "Kemanakah Cintaku Berlabuh"

Bismillahirrahmaanirrahiim Alhamdulillah, di siang hari yang cukup terik ini Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menuliskan catatan kecil yang saya buat saat Kajian Rutin Pelajar  pagi tadi. Kajian tadi pagi -dan kajian-kajian sebelumnya- sasaran utamanya sebenarnya para pelajar, tapi tak bisa dipungkiri banyak orang tua juga menghadirinya saking semangatnya menuntut ilmu, masyaAllah . Tema dari kajian yang ke-13 ini adalah "Kemanakah Cintaku Berlabuh". Sangat menarik penyampaian materi pagi ini karena beliau Al-Ustadz Abdussalam Busyro Lc. tak hanya menyampaikan materi seputar tema, tetapi juga seputar keadaan yang terjadi pada saat berlangsungnya kajian. Sebagai contoh, ketika beliau menyampaikan materi tiba-tiba terdengar suara sirene mobil Ambulance (karena letak Masjid Al Hasanah memang tepat dipinggir jalan besar, Jl. C. Simanjuntak 72 Terban Yogyakarta), beliau berhenti menyampaikan materi hingga suara sirene tersebut tidak terdengar, beliau ke...

Akhirussanah Rumah Sajada 2014 : "Baiti Jannati dan Pendidikan Anak"

Bismillahirrahmaanirrahiim Akhirussanah 2014, event baru dalam bulan Desember ku tahun ini. Sebuah event yang semoga menjadi pahala untuk kami, keluarga Yayasan Rumah Sajada. Kontennya sederhana, tidak ada event yang dikatakan “mewah” karena sasaran kami adalah warga disekitar pondok Rumah Sajada, Godean. Adapun konten utama dari acara yang dilaksanakan tanggal 24 dan 25 Desember 2014 tersebut adalah tasmi’ Al Qur’an dan pengajian. Adapun ringkasan yang dapat saya tuliskan dari pengajian yang alhamdulillah sudah terlaksana yaitu : Pengajian hari ke 1 Pengajian hari pertama, tepatnya malam hari, disampaikan oleh Ustadz Syatori Abdurrauf. Mengambil judul “ Baiti Jannati ”, inilah ringkasannya : Baiti Jannati atau Rumahku Surgaku, adalah keadaan rumah yang di idam-idamkan oleh setiap muslim . Struktur dari Baiti Jannati adalah : A.     Fondasinya adalah Sakinah 1.       Dunia bukan tujuan 2.       Kebahag...