Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Burung

Menyelamatkan Burung dengan Cara Unik Bersama IndiHome dan Mas Kelik

Pagi hari di awal tahun 2014, saya menapaki jalan setapak di antara rimbunnya pepohonan hutan Gunung Merapi. Udara yang begitu sejuk ditambah kicauan burung menjadikan suasana pagi itu betul-betul menenangkan. Ketenangan yang manusia dapatkan ketika berada di tengah hutan yang masih asri adalah salah satu manfaat nyata dari alam. Hutan sejatinya memberikan manfaat yang teramat banyak untuk kita. Selain memberikan ketenangan, ia juga menjadi penyerap racun gas-gas karbondioksida dari napas kita maupun asap kendaraan bermotor yang saban harinya kita gunakan. Dalam bidang kedokteran, hutan juga turut mengambil peran. Beberapa jenis tumbuhan sirih ( Piper sp. ) dan adas ( Foeniculum sp. ) yang tumbuh subur di hutan seringkali diambil senyawa flavonoidnya sebagai bahan antibakteri [1]. Namun, sayang seribu sayang. Banyak dari kita yang tidak peka dengan manfaatnya hutan dan malah cenderung merusaknya. Menebangi hutan hingga memburu berbagai satwa liar di dalamnya adalah tindakan yang masih ...

Mengenal Burung Terestrial Migran

Pada tulisan ke-2 burung yang bermigrasi ini, topik tentang kelompok burung terestrial/daratan yang saya tulis. Saya menyarankan Anda untuk membaca tulisan pertama tentang burung migran secara umum sebelum membaca halaman ini. Burung terestrial yang bermigrasi cukup banyak jenisnya. Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta saja yang notabene tidak luas kawasannya, terdapat 31 jenis burung migran dari kelompok ini (Taufiqurrahman, 2015). Karena keterbatasan ilmu dan pengalaman saya, di kesempatan ini mungkin hanya jenis-jenis terestrial migran yang umum di kawasan perkotaan dan beberapa contoh di area hutan atau pesisir yang dapat saya ditampilkan. Sebelumnya, berkaitan dengan burung terestrial migran, meskipun bermacam-macam insyaallah tidak sulit dipelajari jika dibandingkan burung migran dari kelompok burung pantai maupun pemangsa yang terlihat mirip-mirip. Layang-layang Berbicara tentang burung terestrial migran tidak sebatas pada mereka yang menggunakan habitat kawasan hutan saja. Terdapa...

Apa Itu Burung Bermigrasi? Yuk Cari Tahu Faktanya!

Indonesia, negara yang kita cintai ini sungguh memesona. Tak hanya pada aspek masyarakatnya, tetapi juga alam dan keanekaragaman hayatinya. Julukan megabiodiversity country sudah disandang Indonesia sejak lama. Keanekaragaman hayati yang begitu besarnya disusun oleh banyak taksa (kelompok) makhluk hidup di dalamnya. Burung menjadi salah satunya. Keanekaragaman burung di Indonesia mencapai 1,794 jenis (Burung Indonesia, 2020). Sebanyak 527 di antaranya adalah jenis endemik atau yang dapat dijumpai di Indonesia saja. Iya, hanya di Indonesia saja. Tidak dijumpai di belahan bumi mana pun selain di Indonesia. Oleh karena itu, banyak pengamat burung maupun peneliti asing begitu tertarik untuk mengamati dan mempelajari burung-burung Indonesia. Selain burung endemik, kelompok burung lainnya yang menjadi bagian dalam 1.794 jenis burung di Indonesia adalah kelompok burung migran. Apa itu burung migran? Bentuknya seperti apa? Apakah mereka besar atau justru kecil? Nah, untuk mengetahui jawabanny...

Mencari Garuda Merapi

Kabut tebal berpadu dengan hawa yang dingin masih menyelimuti pagi, menemani dua pasang kaki melangkah menuju puncak perbukitan Gunung Merapi. Pelan tapi pasti, puncak bukit akhirnya tertapaki meski harus berhenti sesekali untuk mengumpulkan energi. Pagi itu di awal September 2017, saya bersama seorang teman dari Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) melakukan monitoring burung elang jawa ( Nisaetus bartelsi ). Monitoring elang jawa rutin dilakukan oleh PEH TNGM bersama Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) setiap tahunnya. Biasanya dilakukan di bulan Agustus atau September sebelum memasuki musim migrasi burung pemangsa. dok. pribadi Monitoring elang jawa penting dilakukan karena jenis yang juga disebut Javan Hawk-Eagle ini merupakan satu dari 25 satwa prioritas konservasi di Indonesia. Elang jawa juga termasuk salah satu jenis yang masuk dalam daftar burung paling langka di dunia dengan status genting atau endagered  (Hirschfeld, Andy, and Robert, 2...

Malam Seorang Rimbawan

Pemasangan Mist Net untuk Pecincinan Burung. (dok pribadi) Malam ini selepas melihat dua pesawat melintas di atas kampung Pogung, terbesit ingin menulis tentang malam-malam yang mengesankan bagi saya. Bukan terkesan sebatas pada malam dengan bintang-bintangnya, tapi lebih kepada mereka yang menghidupkan malam. Mereka lah yang membuat saya terkesan. Saya, sebagaimana yang teman-teman tahu, adalah mahasiswa biologi yang identik dengan kegiatan lapangan atau di luar ruang, ya misalnya ke hutan, pantai, gunung, dan lainnya. Selain dilekatkan dengan kegiatan seperti itu, kami juga dilekatkan oleh beberapa orang yang menganggap anak lapangan itu anak yang sulit diatur, anak yang sukanya cuma main-main ke hutan, anak yang sukanya pagi siang jalan-jalan di hutan dan malamnya tidur hingga bangun terlambat menjadi kebiasaan. Saya tidak bisa menyalahkan saat ada segelintir orang yang beranggapan seperti itu. Bisa jadi karena mereka melihat orang atau mahasiswa bi...