Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kawan

Menuju Bukit Pengilon Jogja yang Menawan: Jangan Ikuti Google Maps, Kawan!

Ramadan baru mulai berjalan, tapi kawan saya sudah berulang kali menyebut rencana “healing” selepas lebaran. Bukan tanpa alasan, nyatanya tugas kuliah, pelatihan, dan pencarian beasiswa studi lanjut memang menjadikannya butuh liburan. Saya pun yang sebenarnya nggak butuh-butuh amat liburan akhirnya tergoda pula untuk jalan-jalan. Tak lama berselang, saya mulai mencari informasi destinasi wisata yang layak dijadikan lokasi tujuan. Ingatan membawa saya untuk menghubungi seorang kawan yang pernah ke Gunungkidul untuk berkemah di akhir pekan. Darinya, nama Bukit Pengilon terlontarkan sebagai tempat terbaik untuk healing bersama kawan. dokumentasi pribadi Singkat cerita, beberapa hal sudah saya persiapkan. Namun, kawan memutuskan membatalkan karena jadwal sidang skripsi yang keluar dadakan. Tentu sidang harus diutamakan daripada sekadar liburan. Meski healingnya dia batalkan, saya tetap melanjutkan apa yang sudah direncanakan. Akhirnya saya berangkat liburan hanya bersama Afrizal dan Ihsan,...

Catatan Akhir Tahun

 Tahun 2020 telah berlalu dengan segala "keunikan"nya. Bertebaran di dunia maya foto maupun status pisah sambut tahun 2020 ke 2021. Di antara yang muncul di beranda adalah foto langit dari Alvi Syahrin dengan kalimat tanya: Apa pelajaran berharga yang kamu dapatkan di tahun 2020? Tahun 2020 memang tahun yang berat karena kehadiran pandemi Covid-19. Sistem kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi suatu negeri betul-betul dihajar oleh makhluk mikro ini. Tapi meskipun berat, 2020 sungguh berharga dan banyak kebaikan yang kita dapatkan di dalamnya. Bagi saya pribadi, 2020 memberikan pelajaran penting tentang relasi. Segala puji bagi Allah yang mengatur kehidupan di alam semesta ini. Tahun 2020 memang berat, tapi alhamdulillah selama setahun diberikan waktu yang lebih banyak untuk bersama keluarga, menghadapi tantangan bersama. Alhamdulillah pula tahun 2020 dibuka dan ditutup bersama karib yang sama. Seorang karib yang kutemukan karena sajak-sajak kata, seorang karib yang kehadiranny...

Ketika Masalah pun Terurai

Masjid Kampus UGM, 23 Februari 2020 (note: bukan tulisan saya) بسم الله الرحمن الرحيم Nikmat iman, nikmat Islam, nikmat taufik adalah nikmat-nikmat yang harus kita syukuri. Kemudian kita berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, ilmu yang hanya menjadi goresan-goresan pena. Namun, tidak diejawantahkan dalam kehidupan. Dalam kehidupan, memiliki suatu masalah adalah hal yang positif (normal). Para nabi juga memiliki masalah (cobaan), bahkan termasuk yang paling berat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: اشر الناس بلاء الأنبياء ثم الصالحين ثم انفل ثم انفل “Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang-orang sholih, kemudian selanjutnya, kemudian setelahnya”. Semakin sholih seseorang, maka dia akan semakin dicoba. Dunia ini penuh dengan masalah. Kecilnya masalah tidak menentukan kebahagiaan kita. Apa buktinya? Buktinya adalah manusia yang paling bahagia adalah para Rasul, tetapi pada saat yang sama para rasul adalah orang yang paking...

Sarjana Burung Baluran, S.Pd.

Sarjana Burung? Burung Baluran? S.Pd? Eh, tulisan ini mau ke mana sih sebenarnya? Haha. Sarjana Burung Bionic alumni Mbolang Baluran Ok teman-teman, jadi sebagai pengantar bisa lihat foto di atas ya dan tulisan ini bukan tentang burung di Taman Nasional Baluran Jawa Timur ya, tapi hanya sebuah cerita dan sedikit ulasan dari produk tugas akhir saya dan dua sohib yang dulu pernah mbolang ke Baluran selepas dari konferensi di Bali. Sebenarnya ke Baluran berempat sih, tapi karena si Arif bukan anak “Berpendidikan” (soalnya dia Biologi murni, haha) jadi nggak saya ulas deh tugas akhirnya di sini (sebenarnya juga karena saya nggak paham dunia peranggrekan yang dia jadikan tugas akhir). KPPBI 3, Ketika belum 70 kg. Tahun 2017 awal, saya, Andri “Hoho” Nugroho, dan Ratih “Rade” Dewanti, dan Ahmad Arif alhamdulillah diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian kami di Universitas Udayana Bali. Andri presentasi tentang edukasi anak-anak SMA terkait burung-b...

terima kasih, guru

Terkadang seseorang datang kepadamu bukan untuk menjadi seperti teman kelas yang membersamaimu sejak masuk hingga pulang sekolah. Adakalanya seseorang yang datang kepadamu menjadi seperti guru mata pelajaran. Ia datang untuk mengajarimu akan banyak hal. Ia datang tidak untuk membersamaimu dalam waktu yang lama. Ia datang untuk menjadikanmu lebih berwawasan, lebih dewasa, dan lebih bijak. Saat semua pelajaran telah tersampaikan, ia akan pergi, berpisah denganmu. ... Dan kau seperti guru. Hadirmu singkat, tapi membawakan banyak wawasan. Terima kasih telah menjadi salah satu guruku, kawan. --- Mendung di bumi Pogung, hari sepuluh bulan sebelas (2018). trinil semak di pantai 36.