Langsung ke konten utama

Postingan

Nasihat Ustadz #1

Foto oleh Rahmadiyono Widodo Bismillahirrahmaanirrahiim NASEHAT INDAH AL USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS  ⛔ Jangan berharap kepada manusia, karena engkau kan kecewa.  Berharaplah kepada Allah, niscaya engkau tidak akan pernah kecewa.  👉 Manusia yang mulia adalah yang dia bangun disepertiga malam terakhir, kemudian meminta kepada Allah.  Jangan lewatkan waktumu untuk berbuat maksiat, karena tak tahu kapan ajalmu kan menjemput. Sehingga kematianmu menjadi su'ul khothimah. 🌿 Hidupmu di dunia ibarat satu hari atau setengah hari dibandingkan kehidupanmu di akherat kelak, persiapkanlah bekalmu, dan sebaik2 bekal adalah taqwa.  💰 Infakkanlah hartamu. Karena penyimpanan harta yang sesungguhnya adalah yang akan engkau bawa sampai mati, bukan yang engkau simpan untuk duniamu.  ⏳ Jangan engkau tunda pekerjaan pagimu untuk sore harimu, niscaya banyak pekerjaan yang akan engkau selesaikan.  ⏰ Aturlah waktumu seb...

BTW#1 "Burung-madu jawa / Javan Sunbird / Aethopyga mystacalis"

Bismillahirrahmaanirrahiim Foto oleh Imam Taufiqurrahman Burung-madu jawa merupakan burung yang berukuran kecil (12 cm termasuk ekornya yang panjang), berwarna merah terang (jantan). Jantan: mahkota, setrip malar, dan ekor yang panjang ungu gelap mengilap; kepala, dada dan punggung merah padam, tunggir kuning muda, sayap berwarna zaitun, perut kelabu muda. Perbedaannya dengan Burung-madu sepahraja: dahi merah, ekor lebih panjang, dan perut putih. Betina: sangat kecil, warna kelabu-zaitun buram. Ciri khasnya: sapuan merah pada sayap dan ekor. Iris coklat tua, paruh dan kaki coklat (MacKinnon, dkk. 2008). Burung dari famili Nectariniidae ini pertama kali saya jumpai pada tanggal 22 Maret 2014 pada kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Kaliurang pada kegiatan Mersi#1 KPB Bionic UNY. Pertemuan selanjutnya terjadi di Kabupaten Kulon Progo, tepatnya di kawasan desa Jatimulyo pada tanggal 20-21 Juni, 22 Juli 2014 dan 28 Februari 2015. Seluruh perjumpaan saya dengan Burung-m...

"Kebaikan diatas Kebaikan."

Bismillahirrahmaanirrahiim Dalam kehidupan, ada berbagai macam kaidah yang mau tidak mau itu akan menjadi kawan dalam hidup kita. Salah satunya adalah kaidah : “Allah meinggikan satu kebaikan diatas kebaikan yang lain.” Jelas kan artinya ? Kita sama-sama tahu, dari kaidah itu kita dapat belajar bahwasannya meskipun namanya sama-sama kebaikan tetap ada yang lebih diatas yang lainnya. Lantas, selain itu apa yang dapat kita aplikasikan dari kaidah tersebut dalam kehidupan ? Salah satu aplikasi dari kaidah tersebut adalah sebagai protector. Ya, kaidah tersebut menjadi penjaga bagi kita supaya ktia tidak iri saat melihat saudara atau sahabat kita dapat melakukan kebaikan melebihi kebaikan yang kita lakukan. Contoh, kita setiap pekannya mampu untuk bersedeqah Rp 3.000, sedangkan saudara kita yang dititipi harta lebih oleh Allah mampu bersedeqah Rp 100.000 tiap pekannya. Melihat hal itu, maka janganlah membuat kita iri meskipun iri seperti itu termasuk satu dari dua iri...

BTW #Launching

Bismillahirrahmaanirrahiim Pagi yang indah hari ini. Beberapa burung bersahutan kicauannya ditepian sungai menandakan masih nyamannya mereka hidup bebas dikawasan desa saya. Apalagi kemarin pagi, ada pemandangan menarik, yang tak pernah saya lihat di desa ini sejak saya lahir. Burung-madu Sriganti ( Nectarinia jugularis ) betina menghisap madu pada bunga pohon pisang yang tumbuh disamping rumah. MasyaAllah , melihat burung-madu terbang bebas didekat rumah menjadi kenikmatan tersendiri. Mungkin menurut sebagian orang, melihat burung terbang bebas itu hal biasa, tetapi menurut saya hal itu beda, tidak biasa. Burung terbang bebas menandakan ia memeroleh HAHnya (Hak Asasi Hewan :D ). Ia bebas, tidak terkurung dalam jeruji kayu. Dan saat ia bebas di alam, ia akan menjalankan perannya dalam ekosistem. Salahsatunya adalah membantu dalam proses penyerbukan seperti yang dilakukan Burung-madu Sriganti ( Nectarinia jugularis ) kemarin. Selain si Nectarinia jugularis , masih ada burung-burung...

“Ikhlas di Hati, atau Hanya Tradisi ?”

Bismillahirrahmaanirrahiim Sore kian memerahkan sinar mentari, angin yang tenang menambah kenikmatan hari. Hari ini, telah umat Muslim rayakan satu dari dua hari raya Islam. Idul Fitri 1436 H. Diawali dengan menutup puasa terakhir Ramadhan 1436 H, lantas mengumandangkan takbir di masjid-masjid kampung, kemeriahan hari yang fitri mulai mengena di hati. Anak-anak kecil dengan petasan-petasan mereka juga tak mau kalah aksi dengan kawan-kawannya yang ada di masjid. Ibu-ibu saling melempar senyum sambil memasak makanan untuk jamuan bocah-bocah kampung itu. Sungguh, seperti itulah yang orang-orang dikampung saya menyebutnya dengan “Malam Takbiran”. Matahari pagi mulai memberi warna pada langit. Bintang-bintang pun tersipu malu padanya hingga lenyap dari pandangan makhluk di bumi. Banyak orang mulai bergegas berbenah, memersiapkan diri menuju tanah lapang. Makan, tak lupa mereka lakukan karena itu salah satu sunnah Nabi sebelum berangkat sholat idul fitri. Suasana ramai dijalanan mempr...

"Bertemu Burung Suci di Bulan Suci"

Burung suci ? Waiting.......

Kinahrejo#2 : Dinginnya Kinah Bersama Pejuang Sekeripsi

Masih teringat jelas malam itu, malam hari di Kinahrejo bagai permainan. Permainan mencari para pejuang sekeripsi. “Ya, di pendopo dekat Mbah Marijan.” Kurang lebih itu pesan dari seorang pejuang sekeripsi I, sebut saja Nurrohman Eko Purnomo. Dan sesampaiku di petilasan Mbah Marijan, hanya bangunan-bangunan seakan kota mati dalam kegelapan. Dalam benak, kubergumam “Mas EP jangan ngerjainnnnnnn” dan sesaat sebuah pesan darinya masuk dibatangan logam bermerk Nokia itu, “Yono dimana ? Hati-hati dijalan, tadi sepanjang jalan sudah sepi ngak ada orang.” Dalam heningnya petilasan Mbah Marijan aku kembali bergumam, “Lha menurutmu dimana Mas ? Jan, aku sudah diatas. Gelap. Apa jangan-jangan mas EP masih dibawah ?” Lantas kuputuskan untuk segera meninggalkan petilasan itu karena dengan sejujurnya aku ngak mau berteman dengannya (petilasan) dalam kesepian..... Dan sebelum masuk jalan beraspal, entah, seakan mendapat bisikan, aku malah memutuskan untuk naik menuju puncak Kinah, dan s...