Langsung ke konten utama

septemBercerita

Sore ini sembari menyusuri ramai lancarnya jalan Solo-Jogja, tiba-tiba diri terbesit untuk kembali menulis. Sejak blog ini menetas di tahun 2014, baru ada 50 postingan. Jumlah yang teramat sedikit. Maklum sih, dulu membuat blog ini awalnya hanya sebagai syarat untuk menjadi anggota suatu organisasi. Begitu nomor anggota diperoleh, werrrrr, langsung melaju tidak menyentuh blog kembali, hehe.

Tapi sesekali tetap nulis di blog juga, karena memang ada manfaatnya, minimal sebagai tempat cerita kepada diri sendiri, haha. Bicara soal cerita, dulu pernah ingin mengikuti semacam sayembara menulis cerita selama satu bulan full. Iming-imingnya hadiah berupa paket novel dan totebagnya. Karena saya tidak terlalu suka novel (meskipun di kosan punya juga novel, Negeri 5 Menara), saya tidak terlalu bersemangat untuk merealisasikan niat saya. Hasilnya? Ya tentu saja tidak jadi ikut. Tapi sore ini berasa pengen nulis kembali, bukan untuk hadiah, tapi untuk diri sendiri. Mumpung momennya pas juga, karena beberapa hari terakhir hati ini cukup diuji. Semoga saja bisa menjadi salah satu sarana untuk move on dari masa-masa kemarin, hehe.

Bismillah, insyaallah nulis tiap hari satu cerita, meskipun hanya singkat-singkat saja. Semoga ada faidahnya. Postingan ini sebagai pembukanya...


Bulan Awal Bulan. Dok pribadi

02 Muharram 1441/ 1-09-19
Kamar Kos,


Rahmadiyono

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Reflection on a Journey - Memaknai Sebuah Perjalanan -

Human beings can never be separated from journeys. Whether it is a physical journey, meaning moving from one place to another, or a journey in the meaning of a process. Various processes in life are often associated with the word "journey," such as the pursuit of higher education, the path to financial freedom, the journey to marriage, or even the transition from one phase of life to the next with our loved ones. Over the past two years, I have undertaken more diverse physical journeys. Flying between cities, even across continents. Nowadays, I travel more frequently as well, since I work in a different city from where I live. These physical journeys often create a temporary distance from my loved ones, expose me to various sights along the way, and allow me to meet new people at my destinations. Sometimes, while travelling, I also reflect on the journey of life itself. Life is a journey. That is a phrase people often say. Islam also likens human beings in this world to trave...

Sinergi Melestarikan Lingkungan; dari Tata Ruang hingga Mahasiswa yang Membanggakan.

Siang itu cukup terik ketika saya bersepeda di sekitar kota Yogyakarta. Suhu udara terasa panas hingga peluh keringat mulai membasahi punggung saya. Namun, semua berubah ketika saya melewati jalan yang penuh dengan pepohonan di samping kanan kirinya. Naungan pohon ketapang, mahoni, dan jenis lainnya menjadikan suasana begitu teduh dan sejuk. Saya mengayuh sepeda lebih pelan untuk menikmati oase di tengah panasnya perkotaan. Apa yang saya rasakan kembali mengingatkan tentang bagaimana lingkungan yang lestari memberikan manfaat kepada kita, para manusia.  Mengenal Lingkungan Lingkungan yang selama ini kita kenal sejatinya adalah kumpulan dari macam-macam makhluk hidup yang saling berinteraksi, termasuk dengan unsur lain seperti sinar matahari, air, dan semisalnya. Interaksi yang terbentuk menghasilkan banyak manfaat. Misalnya pepohonan yang menyerap air dan energi dari sinar matahari dapat tumbuh hingga besar lalu manusia memanfaatkan buahnya untuk dimakan hingga kayunya untuk baha...

Pengalaman Mengajukan Visa Konferensi ke Korea Selatan

Sekitar akhir Mei 2025, saya dan beberapa teman lintas negara yang tergabung dalam East Asian-Australasian Flyway Partnership (EAAFP) Youth Task Force mendapat informasi akan ada lokakarya di kantor Kesekreatariatan EAAFP di Incheon, Korea Selatan. Begitu mendapatkan informasinya, saya langsung terpikir apakah harus saya ambil kesempatan tersebut apakah tidak. Sembari menimbang-nimbang, saya mencari berbagai informasi terkait pengajuan visa ke Korea Selatan. Informasi terkait syarat-syarat pengajuan visanya ternyata mudah untuk didapatkan melalui website Korean Visa Application Center (KVAC). Oh ya, pengurusan visa Korea Selatan tidak langsung melalui kedutaan besar mereka ya, tetapi melalui KVAC. Website KVAC sangat informatif dalam menyediakan informasi yang kita butuhkan dalam pengajuan aplikasi visa. Translasi Bahasa Indonesia juga sudah tersedia di dalamnya. (website KVAC. doc KVAC) Terdapat beberapa jenis visa ke Korea Selatan. Ada yang jangka pendek, ada yang jangka panjang. Ad...