Langsung ke konten utama

Jangan belajar ilmu untuk....



Bismillahirrahmanirrahim,

Wahai saudaraku, saat kita hendak menimba ilmu, maka ingatlah nasihat berharga ini. Nasihat dari orang tua kepada anak-anaknya.

“Anakku, jangan belajar ilmu karena tiga hal dan jangan meninggalkan ilmu karena tiga hal.

Jangan belajar ilmu untuk mendebat para ulama, berdebat dengan orang-orang bodoh atau mencari popularitas.

Jangan meninggalkan ilmu karena merasa tidak butuh, malu kepada orang lain atau ridha dengan kebodohan.

Anakku, jangan mendebat ulama yang akibatnya engkau menganggap remeh mereka, sehingga mereka menolakmu (untuk menuntut ilmu dari mereka).

Jangan berdebat dengan orang-orang bodoh, karena mereka akan melakukan kebodohan terhadapmu dan memakimu.

Akan tetapi, bersabarlah terhadap orang yang tingkat pengetahuannya lebih tinggi atau lebih rendah darimu. Orang yang dapat mengikuti para ulama adalah orang yang sabar terhadap mereka, selalu menemani mereka dan menyerap ilmu mereka dengan perlahan.

Anakku, sesungguhnya hikmah itu menempatkan orang-orang miskin pada kedudukan para raja.”


Dikutip dari kitab al-Lubbu fil Islam wath Thibb (halaman 38) karya Dr. Syaukat asy-Syathi, penerbit Damascus University, melalui buku Prophetic Parenting (halaman 499)  karya DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid, penerbit Pro-U Media.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Reflection on a Journey - Memaknai Sebuah Perjalanan -

Human beings can never be separated from journeys. Whether it is a physical journey, meaning moving from one place to another, or a journey in the meaning of a process. Various processes in life are often associated with the word "journey," such as the pursuit of higher education, the path to financial freedom, the journey to marriage, or even the transition from one phase of life to the next with our loved ones. Over the past two years, I have undertaken more diverse physical journeys. Flying between cities, even across continents. Nowadays, I travel more frequently as well, since I work in a different city from where I live. These physical journeys often create a temporary distance from my loved ones, expose me to various sights along the way, and allow me to meet new people at my destinations. Sometimes, while travelling, I also reflect on the journey of life itself. Life is a journey. That is a phrase people often say. Islam also likens human beings in this world to trave...

Sinergi Melestarikan Lingkungan; dari Tata Ruang hingga Mahasiswa yang Membanggakan.

Siang itu cukup terik ketika saya bersepeda di sekitar kota Yogyakarta. Suhu udara terasa panas hingga peluh keringat mulai membasahi punggung saya. Namun, semua berubah ketika saya melewati jalan yang penuh dengan pepohonan di samping kanan kirinya. Naungan pohon ketapang, mahoni, dan jenis lainnya menjadikan suasana begitu teduh dan sejuk. Saya mengayuh sepeda lebih pelan untuk menikmati oase di tengah panasnya perkotaan. Apa yang saya rasakan kembali mengingatkan tentang bagaimana lingkungan yang lestari memberikan manfaat kepada kita, para manusia.  Mengenal Lingkungan Lingkungan yang selama ini kita kenal sejatinya adalah kumpulan dari macam-macam makhluk hidup yang saling berinteraksi, termasuk dengan unsur lain seperti sinar matahari, air, dan semisalnya. Interaksi yang terbentuk menghasilkan banyak manfaat. Misalnya pepohonan yang menyerap air dan energi dari sinar matahari dapat tumbuh hingga besar lalu manusia memanfaatkan buahnya untuk dimakan hingga kayunya untuk baha...

Pengalaman Mengajukan Visa Konferensi ke Korea Selatan

Sekitar akhir Mei 2025, saya dan beberapa teman lintas negara yang tergabung dalam East Asian-Australasian Flyway Partnership (EAAFP) Youth Task Force mendapat informasi akan ada lokakarya di kantor Kesekreatariatan EAAFP di Incheon, Korea Selatan. Begitu mendapatkan informasinya, saya langsung terpikir apakah harus saya ambil kesempatan tersebut apakah tidak. Sembari menimbang-nimbang, saya mencari berbagai informasi terkait pengajuan visa ke Korea Selatan. Informasi terkait syarat-syarat pengajuan visanya ternyata mudah untuk didapatkan melalui website Korean Visa Application Center (KVAC). Oh ya, pengurusan visa Korea Selatan tidak langsung melalui kedutaan besar mereka ya, tetapi melalui KVAC. Website KVAC sangat informatif dalam menyediakan informasi yang kita butuhkan dalam pengajuan aplikasi visa. Translasi Bahasa Indonesia juga sudah tersedia di dalamnya. (website KVAC. doc KVAC) Terdapat beberapa jenis visa ke Korea Selatan. Ada yang jangka pendek, ada yang jangka panjang. Ad...