Langsung ke konten utama

Postingan

Diawe-awe Curug Silawe: Awe-some!

Cuaca yang tidak terlalu cerah mengawali hari saya dan guru lainnya dalam agenda rapat pagi. Rapat kala itu membahas persiapan penilaian akhir semester (PAS) di bulan Juni untuk siswa kami. Meskipun PAS belum dilaksanakan, pikiran saya sudah melesat jauh mencari tempat wisata yang mungkin bisa disambangi ketika liburan sekolah. Bukan tanpa sebab pikiran saya sudah melayang-layang membayangkan liburan. Menjalani rutinitas semester genap di sekolah tetapi siswa berada di rumah karena pandemi itu seringkali melahirkan kebosanan. Pada jam isitirahat siang, saya membuka aplikasi WhatsApp dan melihat beberapa status yang dibuat kawan. Perhatian saya tertuju pada status mantan mentor belajar saya ketika masa SMA. Beliau terlihat berfoto bersama keluarganya dengan latar foto air terjun. Saya seolah-olah diawe-awe (diberi lambaian tangan) oleh air terjun yang terlihat tinggi dan menawan itu untuk mengunjunginya. Dengan sigap, jari tangan saya gerakkan untuk memberi komentar berupa pertanyaan...

Seuntai Nasihat Dari Rumah Sakit

 

Menguatkan Kebaikan-kebaikan Kecil

 Pagi yang cerah membersamai sekelompok orang berseragam merah marun beraktivitas. Salah satu di antara meraka adalah saya. Layaknya hari sebelumnya -dan memang seperti inilah rutinitas saya, pesan mengingatkan catatan singkat aktivitas harian saya kirimkan ke grup kelas. Catatan harian ini memuat nama pelajaran beserta topik yang dipelajari, kegiatan, dan bentuk tugasnya jika ada. Sangat singkat memang, tetapi saya melihat manfaatnya cukup besar terutama bagi para siswa (dan orang tuanya) yang seringkali lupa dengan tugas dari sekolah. Satu dari tiga siswa yang bertugas mengisi catatan hari ini sedang tidak masuk karena ada acara keluarga. Saya lupa me- mention nama anak-anak yang bertugas hari ini. Parahnya, saya lupa hingga jam sekolah berakhir. Siang hari, saya buka grup kelas. Catatan harian terisi penuh. Senang rasanya saat tahu siswa yang bertugas hari ini menyelesaikan tugasnya meskipun saya lupa me- mention mereka. Semakin menjadi kebahagiaan tatkala saya jumpai ada sat...

Catatan Akhir Tahun

 Tahun 2020 telah berlalu dengan segala "keunikan"nya. Bertebaran di dunia maya foto maupun status pisah sambut tahun 2020 ke 2021. Di antara yang muncul di beranda adalah foto langit dari Alvi Syahrin dengan kalimat tanya: Apa pelajaran berharga yang kamu dapatkan di tahun 2020? Tahun 2020 memang tahun yang berat karena kehadiran pandemi Covid-19. Sistem kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi suatu negeri betul-betul dihajar oleh makhluk mikro ini. Tapi meskipun berat, 2020 sungguh berharga dan banyak kebaikan yang kita dapatkan di dalamnya. Bagi saya pribadi, 2020 memberikan pelajaran penting tentang relasi. Segala puji bagi Allah yang mengatur kehidupan di alam semesta ini. Tahun 2020 memang berat, tapi alhamdulillah selama setahun diberikan waktu yang lebih banyak untuk bersama keluarga, menghadapi tantangan bersama. Alhamdulillah pula tahun 2020 dibuka dan ditutup bersama karib yang sama. Seorang karib yang kutemukan karena sajak-sajak kata, seorang karib yang kehadiranny...

Pernah?

 Pernahkah kita berada pada satu titik di mana betul-betul lelah menjalani kehidupan? Merasa tidak sanggup menjalani hal yang telah ditetapkan. Merasa berdiri menghadap persimpangan yang semua pilihan tidak berujung pada jawaban. Pernahkah kita merasa betul-betul tak ingin (dan tak bisa) menceritakan goresan takdir pada setiap orang? Pernahkah merasakan demikian yang akhirnya bisikan nan lirih yang hanya bisa kita tujukan pada Yang Maha Menentukan? Bisikan terbata-bata yang kita susun menjadi frasa: Ya Allah, aku lelah....

Mencari Garuda Merapi

Kabut tebal berpadu dengan hawa yang dingin masih menyelimuti pagi, menemani dua pasang kaki melangkah menuju puncak perbukitan Gunung Merapi. Pelan tapi pasti, puncak bukit akhirnya tertapaki meski harus berhenti sesekali untuk mengumpulkan energi. Pagi itu di awal September 2017, saya bersama seorang teman dari Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) melakukan monitoring burung elang jawa ( Nisaetus bartelsi ). Monitoring elang jawa rutin dilakukan oleh PEH TNGM bersama Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) setiap tahunnya. Biasanya dilakukan di bulan Agustus atau September sebelum memasuki musim migrasi burung pemangsa. dok. pribadi Monitoring elang jawa penting dilakukan karena jenis yang juga disebut Javan Hawk-Eagle ini merupakan satu dari 25 satwa prioritas konservasi di Indonesia. Elang jawa juga termasuk salah satu jenis yang masuk dalam daftar burung paling langka di dunia dengan status genting atau endagered  (Hirschfeld, Andy, and Robert, 2...

Kelola Sampah dari Rumah #Campaign #Challenge

 Plastik sangat akrab dengan kehidupan manusia saat ini. Sayangnya, keakraban kita dengannya menjadikan sekitar 4,8 juta hingga 12,7 juta ton sampah plastik memasuki lautan setiap tahunnya. Sebagian besar berasal dari plastik yang dibuang sembarangan di darat atau sungai. Sungai Brantas di Jawa Timur sendiri dapat menumpahkan lebih dari 28 ribu metrik ton plastik per tahun ke lautan (National Geographic Indonesia/NGI, Juni 2018).  Sampah plastik yang memasuki lautan dapat mengancam hidupan liar. Sekitar 700 spesies hewan laut dilaporkan memakan atau terjerat plastik (NGI, Juni 2018) dan sekitar 1 juta burung laut mati tiap tahunnya karena plastik (WWF Australia, 2018). Melihat kondisi yang ada, mari kita #BergerakBersama mengurangi sampah plastik. Saya Rahmadiyono, bersama tim dari Gajahlah Kebersihan pada masa pandemi ini mengajak teman-teman untuk mengurangi sampah #darirumah melalui kampanye bersama menggunakan aplikasi Campaign #ForChange. Agar kebermanfaatan lebih luas, k...