Langsung ke konten utama

Postingan

Jantan Betina yang Terlihat Sama

Burung secara umum memiliki morfologik yang berbeda antara jantan dengan betina. Pengamat burung sering menyebut “yang jantan itu lebih cantik”, hehe. Argumen tersebut muncul bukan karena sebab, karena secara umum burung jantan memang mempunyai bulu yang lebih berwarna-warni, lebih menarik intinya. Salah satu fungsi dari bulu yang lebih berwarna pada jantan adalah untuk menarik perhatian betina ketika memasuki masa breeding atau berkembang biak. Istilah perbedaan morfologik tersebut disebut dimorfisme (“di” menunjukkan dua, morf: morfologik/bentuk luar). Akan tetapi, terdapat pula jenis-jenis burung yang mempunyai morfologik yang mirip antara jantan dan betina atau akrab disebut monomorfisme. Jenis burung yang masuk dalam kelompok monomorfisme membuat pengamat burung kesulitan untuk mengidentifikasi mana jantan dan mana betinanya. Burung pijantung kecil. Foto oleh Radhitya Anjar. Kiri betina, kanan jantan. Saat kita mengamati burung monomorfisme dengan cara biasa (hanya ...

Atraksi Terik Asia di Pinggiran Jogja

Sore (04/3) jadi salah satu sore paling tidak saya sangka dalam dunia “Perburungan Pogung Dalangan”, hehe. Bagaimana tidak? Setelah sekian lama mencatat jenis-jenis burung yang ada di Pogung Dalangan, kemarin sore bisa nambah satu jenis yang tidak pernah terbesit. Shorebirds atau burung pantai, tepatnya jenis Terik asia (Oriental Pratincole/ Glareola maldivarum ) dari suku Glareolidae. Terik asia adalah salah satu jenis burung pantai migran yang habitat aslinya di Asia timur. Ketika terjadi musim dingin di habitat aslinya, mereka akan bermigrasi ke kawasan tropis seperti Indonesia hingga Australia. Sebelumnya, saya hanya menjumpai jenis ini di kawasan pesisir dan dengan jumlah maksimal dua individu tiap perjumpaan. Namun, kemarin sore berbeda. Dari segi lokasi, saya menjumpai di kawasan pinggiran perkotaan padat penduduk yang cukup jauh dari garis pantai. Kemudian dari segi jumlah, saya mencatat sekitar 70 individu dalam satu flock . Flock Terik asia di atas Pogung Dalangan. Dok...

Blog, Burung, dan Bionic

Januari tahun ini mungkin menjadi bulan yang tidak akan dilupakan oleh adik-adik tingkat saya di kampus. Bagaimana tidak? Saat hampir seluruh kampus di Yogyakarta memberi jatah liburan semester gasal kepada mahasiswanya lebih dari satu bulan, adik-adik tingkat saya mau tidak mau harus memaksa diri mereka liburan hanya dalam tempo dua pekan. Semester genap sudah di depan mata, tanggal 28 besok menjadi hari pertamanya. Banyak adik tingkat saya yang bergerilya mempersiapkan bekal sesuai jenjang semester masing-masing. Bagi mereka yang hendak melangkah memasuki semester ke-2, libur semester ini menjadi waktu yang sibuk untuk mempersiapkan perkuliahan sekaligus mendaftar organisasi. Dahulu saya juga menjalani fase seperti mereka. Semester 2 tahun 2014 saya diterima sebagai staff di Himpunan Mahasiswa Biologi. Pada semester yang sama, saya juga menjadi calon anggota unit kegiatan mahasiswa KPB Bionic yang berfokus pada pengamatan burung dan pelestariannya. Berpredikat sebagai calon ang...

Sarjana Burung Baluran, S.Pd.

Sarjana Burung? Burung Baluran? S.Pd? Eh, tulisan ini mau ke mana sih sebenarnya? Haha. Sarjana Burung Bionic alumni Mbolang Baluran Ok teman-teman, jadi sebagai pengantar bisa lihat foto di atas ya dan tulisan ini bukan tentang burung di Taman Nasional Baluran Jawa Timur ya, tapi hanya sebuah cerita dan sedikit ulasan dari produk tugas akhir saya dan dua sohib yang dulu pernah mbolang ke Baluran selepas dari konferensi di Bali. Sebenarnya ke Baluran berempat sih, tapi karena si Arif bukan anak “Berpendidikan” (soalnya dia Biologi murni, haha) jadi nggak saya ulas deh tugas akhirnya di sini (sebenarnya juga karena saya nggak paham dunia peranggrekan yang dia jadikan tugas akhir). KPPBI 3, Ketika belum 70 kg. Tahun 2017 awal, saya, Andri “Hoho” Nugroho, dan Ratih “Rade” Dewanti, dan Ahmad Arif alhamdulillah diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian kami di Universitas Udayana Bali. Andri presentasi tentang edukasi anak-anak SMA terkait burung-b...

terima kasih, guru

Terkadang seseorang datang kepadamu bukan untuk menjadi seperti teman kelas yang membersamaimu sejak masuk hingga pulang sekolah. Adakalanya seseorang yang datang kepadamu menjadi seperti guru mata pelajaran. Ia datang untuk mengajarimu akan banyak hal. Ia datang tidak untuk membersamaimu dalam waktu yang lama. Ia datang untuk menjadikanmu lebih berwawasan, lebih dewasa, dan lebih bijak. Saat semua pelajaran telah tersampaikan, ia akan pergi, berpisah denganmu. ... Dan kau seperti guru. Hadirmu singkat, tapi membawakan banyak wawasan. Terima kasih telah menjadi salah satu guruku, kawan. --- Mendung di bumi Pogung, hari sepuluh bulan sebelas (2018). trinil semak di pantai 36.

Masing-masing Ada Haknya

Dari Abu Juhaifah Wahb bin ‘Abdullah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mempersaudarakan antara Salman dan Abu Darda’. Tatkala Salman bertandang (ziarah) ke rumah Abu Darda’, ia melihat Ummu Darda’ (istri Abu Darda’) dalam keadaan mengenakan pakaian yang serba kusut. Salman pun bertanya padanya, ‘Mengapa keadaanmu seperti itu?’ Wanita itu menjawab, ‘Saudaramu, Abu Darda’, sudah tidak mempunyai hajat lagi pada keduniaan.’ Kemudian Abu Darda’ datang dan ia membuatkan makanan untuk Salman. Setelah selesai, Abu Darda’ berkata kepada Salman, ‘Makanlah, karena saya sedang berpuasa.’ Salman menjawab, ‘Saya tidak akan makan sebelum engkau pun makan.’ Abu Darda’ pun makan. Pada malam harinya, Abu Darda’ bangun untuk mengerjakan shalat malam. Salman pun berkata padanya, ‘Tidurlah!’ Abu Darda’ pun tidur kembali. Ketika Abu Darda’ bangun hendak mengerjakan shalat malam, Salman berkata lagi kepadanya, ‘Tidurlah!’ Hingga pada akhir malam, Salman berkata, ‘Bangunlah!’ Lalu me...

Ibarat Pohon

Sidr Tree, Pohon Bidara. Taman Nasional Baluran 2017, doc pribadi Bismillah. Siang ini di Masjid Pogung Dalangan (MPD) khutbah Jumat disampaikan oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud hafidzahullah. Dengan suara yang lantang tetapi tidak berlebihan, beliau menyampaikan khutbah dalam waktu yang tidak lama. Suara yang   lantang dan durasi khutbah yang tidak lama menurut saya mempunyai poin plus, yaitu mencegah jamaah tertidur. Ustadz Afifi setelah menyampaikan muqadimah, beliau langsung menyampaikan inti khutbah yang sangat indah. Saya tidak dapat menyampaikan secara detail apa yang beliau sampaikan, tapi takmir MPD tadi memasang gawai untuk merekam beliau, semoga ada waktunya dibagikan pada khalayak ramai atau minimal boleh kita minta, hehe. Poin khutbah beliau kurang lebih seperti berikut: Bahwasannya yang paling berharga dalam hidup kita adalah keimanan, karena keimanan kepada Allah menghindarkan kita dari kekalnya siksa neraka. Sedang yang paling bernilai dalam hidup ditengah ...